Jakarta, mediahaloindonesia.id – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjajaki kolaborasi strategis dengan Jawa Pos Group untuk publikasi dan pengembangan tujuh subsektor ekraf prioritas. Sektor ekraf dinilai ini mendapat tren positif yang, pada semester I 2025, telah melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan menyerap tenaga kerja baru.
“Kami mengapresiasi juga perkembangan konten atau pemberitaan dari Jawa Pos terkait ekraf dalam beberapa kanal media,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya saat melakukan audiensi dengan Pimpinan Redaksi Koran Jawa Pos, Eko Priyono dan jajarannya di Gedung Pers Graha Pena, Jakarta, Rabu, 12 November 2025.
Kedatangan Menteri Ekraf turut didampingi Direktur Konten Digital, Yuana Rochma Astuti beserta Direktur Penerbitan dan Fotografi, Iman Santosa. Menteri Ekraf menyampaikan bahwa dua orang ini bisa memberikan informasi terkait ekosistem industri kreatif yang terus berkembang dan produk yang berpeluang masuk ke pasar global.
Dalam rangka mendorong capaian dan citra positif ekonomi kreatif sebagai upaya kemajuan industri kreatif di Indonesia, Menteri Ekraf juga menyampaikan perkembangan terkini investasi, ekspor, penciptaan lapangan kerja, dan kontribusi PDB dari ekonomi kreatif.
“Data BPS menyebut dari target 25,5 juta tenaga kerja ekraf, per semester 1 tahun 2025 sudah mencapai 26,4 juta tenaga kerja. Uniknya, 50 persen tenaga kerja mayoritas di bawah 40 tahun. Dalam RPJMN 2025-2029 juga telah ditentukan 7 subsektor prioritas yang berkembang pesar membuka lapangan kerja yang cukup tinggi seperti kuliner, kriya, fesyen, aplikasi, musik, gim, serta film-animasi-video,” jelas Menteri Ekraf.
Dalam kesempatan yang sama, Eko Priyono juga mengapresiasi audiensi dengan Kementerian Ekraf yang diharapkan bisa mengembangkan kolaborasi dan memuat publikasi pemberitaan rencana atau inisiatif pads 2026 seperti forum internasional ekraf, komersialisasi Hak Kekayaan Intelektual, dan pengembangan platform atau konten digital.
“Jawa Pos memang memberikan porsi yang cukup banyak terkait publikasi dan penulisan cerita inspiratif ekonomi kreatif dalam rubrik tentang film, seni, fesyen, dan kuliner yang ternyata menjadi beberapa subsektor ekraf prioritas di berbagai daerah. Kami berharap program-program yang Jawa Pos lakukan juga bisa bersinergi dengan Kementerian Ekraf sehingga bisa bermanfaat dan memberi efek positif untuk masyarakat,” harap Eko Priyono.
Turut mendampingi Menteri Ekraf yaitu Plt. Kepala Biro Komunikasi, Kiagoos Irvan Faisal; Tenaga Ahli Menteri Bidang Media, Rocklin Aprilius Anderson; dan Tenaga Ahli Menteri Bidang Komunikasi Digital, Ridha Pradana.













