SAMBUT PERIODE MUDIK LEBARAN 1447 H, DJKA SIAGAKAN PERSONEL DAN ALAT BERAT DI DAERAH RAWAN BENCANA

SAMBUT PERIODE MUDIK LEBARAN 1447 H, DJKA SIAGAKAN PERSONEL DAN ALAT BERAT DI DAERAH RAWAN BENCANA

Semarang, mediahaloindonesia.d — Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan siagakan personil dan alat berat berupa sarana penolong di sejumlah titik rawan bencana guna mengawal kelancaran arus mudik masyarakat yang akan berlangsung jelang Idul Fitri 1447 H. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono saat mendampingi Kunjungan Reses Komisi V DPR RI di Semarang pada Jumat (20/02).


“Khusus di Semarang dan sekitarnya, kami akan melakukan pemantauan di titik-titik yang sering terjadi bencana banjir, tanah labil, longsor, dan titik-titik rawan di sepanjang jalur guna mengantisipasi banjir seperti yang terjadi pada awal tahun ini,” ungkap Allan. Dalam hal ini, telah dilakukan penanganan seperti pancang rel, pemasangan cross drain, perkuatan sheet pile baja, normalisasi sungai, pengangkatan elevasi jembatan dan rel dan akan dipantau 24 jam melalui CCTV dan sensor yang ditempatkan di sekitar area tersebut.
Lebih lanjut, Allan menyebut bahwa di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, penempatan Alat Material untuk Siaga (AMUS) juga dilakukan di 62 titik yang tersebar di seluruh area ini. AMUS disiagakan sebagai alat penanganan darurat di titik-titik rawan bencana ketika bencana terjadi.
Penanganan ini sejalan dengan pemetaan Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus) yang tersebar di seluruh wilayah kerja DJKA. Pemantauan dan penanganan Dapsus ini dilakukan secara kolaboratif dengan pihak operator maupun pemerintah daerah setempat agar mengurangi risiko bencana yang dapat mengganggu perjalanan kereta api.


Di samping melakukan pemantauan Dapsus, Allan mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengupayakan penyelesaian rangkaian ramp check. Per hari ini, DJKA telah merampungkan ramp check pada total 3.571 sarana perkeretaapian yang akan dioperasikan saat masa angkutan lebaran nanti.
“Terdapat sekitar 4.181 sarana yang perlu dilakukan ramp check untuk lebaran ini, terdiri dari 326 unit lokomotif, 2.119 unit kereta ditarik lokomotif, 103 unit KRD dan 1.633 unit KRL, dan saat ini kami masih terus menghimpun data dari teman-teman balai yang melakukan ramp check di lapangan,” urai Allan.
Adapun pelaksanaan ramp check sarana ini telah dilakukan sejak tanggal 2 Februari 2026 di seluruh wilayah kerja Balai Teknik Perkeretaapian di bawah DJKA guna memastikan kelaikan operasional dalam menunjang arus mudik maupun arus balik jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.


Selain ramp check sarana, Allan mengungkapkan bahwa DJKA telah menggelar ramp check standar pelayanan minimum (SPM) di stasiun, inspeksi keselamatan sarana dan prasarana perkeretaapian, serta akan menggelar Posko Harian Bidang Perkeretaapian untuk memantau dan memastikan kelancaran pergerakan masyarakat.
Terkait dengan Angkutan Lebaran 2026 dengan moda kereta api, Allan menyebutkan bahwa kapasitas angkut kereta api antarkota yang akan tersedia sebanyak 3,58 juta tempat duduk, dengan prediksi puncak mudik pada Rabu, 18 Maret 2026 dan puncak balik pada Selasa, 24 Maret 2026. Total sekitar 384 perjalanan kereta api per hari untuk layanan kereta api antar kota yang nantinya akan beroperasi selama masa Angkutan Lebaran 2026 dan masyarakat diharapkan dapat menghindari tanggal-tanggal yang diprediksi menjadi puncak arus mudik maupun arus balik untuk mencegah terjadinya penumpukan di stasiun.
“Kami terus upayakan agar persiapan menyambut hajat akbar ini dapat berlangsung optimal sehingga perjalanan mudik masyarakat nantinya dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan selamat,” tutup Allan.

Bagikan Atikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *