Kementerian Ekraf Genjot Musik Indonesia Naik Kelas lewat Event Musik di Hong Kong

Kementerian Ekraf Genjot Musik Indonesia Naik Kelas lewat Event Musik di Hong Kong

mediahaloindonesia.id – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menjajaki kolaborasi strategis bersama Indonesia Light Project (ILP) dan Multi Media Jakarta (MMJ) untuk memperkuat ekosistem musik Indonesia di level internasional. Wamen Ekraf menekankan, pemetaan matang dan produksi visual berstandar global menjadi penting dalam menjadikan subsektor musik sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.

ILP merupakan perusahaan jasa desain dan operasional pencahayaan kreatif, sementara MMJ adalah mitra kolaborasi strategis dalam penyelenggaraan produksi multimedia skala internasional. Sinergi ini diharapkan mampu membawa kualitas produksi karya anak bangsa sejajar dengan standar dunia.

“Penjajakan kolaborasi hari ini sangat penting untuk memperkuat fondasi subsektor musik kita. Kami di Kementerian Ekraf melihat potensi besar dalam sinergi ini, terutama dalam bagaimana format pertunjukan dapat menjadi jembatan emosional yang solid bagi talenta dan masyarakat kita di luar negeri,” ujar Wamen Ekraf dalam audiensi yang berlangsung di kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Rabu (22/4).

Salah satu agenda utama dalam penjajakan ini adalah dukungan terhadap event “Gaaskuuy Hong Kong Bergoyang”. Acara ini dirancang sebagai sarana untuk merangkul, sekaligus menghibur masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri. Terkait hal tersebut, Kementerian Ekraf bersedia mendukung koordinasi antarpihak agar acara berjalan optimal dan berdampak luas.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif yang membawa nama Indonesia ke panggung global. Kementerian akan mendukung dari sisi koordinasi dan pendampingan agar setiap langkah ekspansi kreatif ini berjalan lancar dan memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pelaku industri kita,” tambah Wamen Ekraf.

Founder Indonesia Light Project (ILP), Yoni Wijoyo, memaparkan bahwa “Gaaskuuy” dirancang sebagai wadah ekspresi yang inklusif. Di mana para pekerja migran Indonesia (PMI) diberi kesempatan untuk tampil dan memberikan warna baru dalam industri pertunjukan.

“Konser ini akan sangat berbeda karena kami ingin rekan-rekan di luar negeri tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mendapat ruang untuk tampil di panggung. Untuk itu, kami sangat mengharapkan dukungan berkelanjutan dari pemerintah guna memperkuat ekosistem ini di kancah internasional,” ujar Yoni Wijoyo.

Wamen Ekraf menyambut baik keterbukaan para pelaku industri dalam menjajaki kerja sama. Menurutnya, sinergi yang dibangun merupakan bentuk kemajuan dalam cara industri kreatif Indonesia memandang pasar internasional bukan sekadar sebagai lokasi tampil, melainkan ruang untuk membangun jaringan bisnis dan pengakuan atas kualitas produksi Indonesia.

Pertemuan ini ditutup dengan kesepakatan untuk melanjutkan koordinasi teknis guna mematangkan konsep kolaborasi. Turut hadir mendampingi Wamen Ekraf, Staf Khusus Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif dan Data, Jago Anggara.

Bagikan Atikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *