Mekah, mediahaloindonesia.id — Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti salah satu hotel transit jemaah haji di kawasan Mekah pada Sabtu, 23 Mei 2026. Ratusan jemaah haji khusus yang tergabung dalam konsorsium seperti , PT. Spidest Internasional, PT. Al Aqsha Jisru Dakwah, PT. Bukit Shafa Wisata, dan 7 travel pembimbingan ibadah haji dan umrah lainnya berkumpul dalam agenda silaturahmi dan penguatan spiritual menjelang puncak ibadah haji.
Kegiatan tersebut menghadirkan ulama nasional Muhammad Cholil Nafis yang juga menjabat sebagai Ketua Musyrif Diny Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026. Dalam tausiyahnya, beliau memberikan pembekalan spiritual terkait kesiapan mental jemaah menghadapi wukuf di Padang Arafah.
Makna Ridha dalam Doa Arafah
Dalam penyampaiannya, Kiai Cholil menjelaskan bahwa Padang Arafah merupakan tempat terbaik bagi seorang hamba untuk berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Beliau juga mengingatkan agar jemaah tidak hanya berfokus pada permintaan-permintaan duniawi saat berdoa.
“Haji mabrur ditandai dengan perubahan orientasi hidup,” jelasnya di hadapan para jemaah.
Beliau kemudian mengajak jemaah memahami esensi doa di Arafah sebagai bentuk kepasrahan total kepada Allah SWT.
“Ya Allah, semoga aku ridha dengan apa yang Kau berikan, dan Engkau pun ridha terhadapku.”
Menurutnya, inti tertinggi dari ibadah haji adalah tercapainya hubungan yang penuh keridhaan antara hamba dan Sang Pencipta.
Spirit Melayani Tamu Allah
Selain memberikan pembekalan kepada jemaah, Kiai Cholil juga menyampaikan pesan kepada para penyelenggara dan pendamping ibadah haji agar menjaga semangat pelayanan kepada tamu Allah dengan penuh ketulusan.
Beliau menyinggung bagaimana tradisi melayani jemaah haji telah dicontohkan sejak masa leluhur Nabi Muhammad SAW, yang memuliakan para tamu Allah sebagai amanah besar yang harus dijaga dengan baik.
Menurutnya, pelayanan haji bukan sekadar persoalan teknis dan administratif, tetapi juga mengandung nilai ibadah dan tanggung jawab moral yang tinggi. Kegiatan penguatan spiritual seperti ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan jemaah menghadapi rangkaian puncak ibadah haji yang akan dimulai pada hari ini (Tarwiyah).












