Menpar Tinjau Parapuar dan Golo Mori Pastikan Pariwisata Labuan Bajo Tumbuh Berkualitas

Menpar Tinjau Parapuar dan Golo Mori Pastikan Pariwisata Labuan Bajo Tumbuh Berkualitas

mediahaloindonesia.id – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mendorong percepatan pengembangan Parapuar dan Golo Mori sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas, daya saing, dan keberlanjutan pariwisata Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Dalam kunjungan kerja ke Labuan Bajo, Menpar Widiyanti meninjau langsung sejumlah kawasan pariwisata untuk memetakan kebutuhan sekaligus menetapkan prioritas pengembangan, terutama infrastruktur dasar yang dapat segera diselesaikan guna mendukung investasi dan meningkatkan manfaat ekonomi pariwisata bagi masyarakat.

“Infrastruktur dasar terus disiapkan, bersamaan dengan masuknya minat investasi untuk fasilitas olahraga, wellness, kuliner, hingga glamping,” kata Menpar Widiyanti saat melakukan peninjauan, Senin (10/8/2026).

Salah satu kawasan yang ditinjau adalah Parapuar, lahan otoritatif yang dikembangkan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF). Sejumlah kebutuhan pengembangan masih menjadi perhatian, mulai dari infrastruktur jalan, ketersediaan air bersih, pengelolaan sampah, investasi, hingga optimalisasi daya tarik wisata.

Saat ini, luas lahan Parapuar yang telah berstatus clear and clean mencapai 129,6 hektare. Selain itu, terdapat penambahan enclave area seluas 3.361 meter persegi yang merupakan bagian dari koridor akses masuk menuju kawasan Parapuar dari Jalan Trans-Flores.

Pengembangan sarana dan prasarana Tourist Information Center (TIC) di Lot A1 Kawasan Parapuar juga terus berjalan. Progres pematangan lahan telah mencapai 92,3 persen dan ditargetkan selesai pada September 2026.

TIC akan dilengkapi warehouse yang berfungsi sebagai etalase produk ekonomi kreatif lokal. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pelayanan informasi bagi wisatawan, tetapi juga membuka ruang promosi dan pemasaran yang lebih luas bagi produk unggulan masyarakat. Sementara itu, sejumlah sarana dan prasarana pendukung lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Untuk memperkaya pengalaman wisatawan, BPOLBF juga sedang mengembangkan atraksi trekking di kawasan Parapuar. Pengembangan tersebut diharapkan menghadirkan daya tarik baru sekaligus memperluas pilihan aktivitas wisata di Labuan Bajo.

Menpar Widiyanti meminta BPOLBF terus memperkuat perannya sebagai orkestrator pengembangan pariwisata Labuan Bajo dan kawasan Floratama. Peran tersebut tidak berhenti pada pembangunan destinasi, tetapi juga menghubungkan pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, dan investor sehingga pengembangan pariwisata memberikan manfaat ekonomi yang semakin luas.

Penguatan keterhubungan antara industri pariwisata dan ekonomi lokal juga menjadi perhatian. Dalam kesempatan tersebut, Menpar Widiyanti menyerahkan sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi, kreativitas, dan inovasi peserta Floratama Academy 2026 bertema “Rantai Pasok Pangan”.

KomoJamur, D’Sawitra, dan Kopi Bubuk Nuca Lale terpilih sebagai tiga peserta terbaik dari 30 peserta yang mengikuti program tersebut.

Program yang diinisiasi BPOLBF itu berangkat dari kebutuhan nyata di sektor pariwisata. Pertumbuhan hotel, restoran, dan industri pariwisata meningkatkan permintaan terhadap bahan pangan, sementara kemampuan pasokan lokal belum selalu dapat memenuhi kebutuhan tersebut secara konsisten.

Kondisi ini sekaligus membuka peluang agar pertumbuhan pariwisata menciptakan efek berganda yang lebih besar bagi perekonomian lokal melalui keterlibatan petani dan UMKM dalam rantai pasok industri.

“Karena itu, petani dan UMKM lokal harus kita tingkatkan kapasitasnya agar semakin terhubung dengan industri pariwisata,” kata Menpar Widiyanti.

Sebelumnya, Menpar Widiyanti juga meninjau Golo Mori Convention Center yang dikembangkan sebagai salah satu pusat Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) unggulan di Labuan Bajo.

Golo Mori Convention Center menawarkan lanskap perbukitan hijau yang berbatasan langsung dengan laut serta pemandangan gugusan pulau di kawasan Taman Nasional Komodo. Potensi tersebut menjadi modal untuk memperkuat posisi Labuan Bajo tidak hanya sebagai destinasi wisata berbasis alam, tetapi juga sebagai destinasi penyelenggaraan kegiatan MICE.

Berdasarkan data InJourney, sepanjang 2025 Golo Mori mencatatkan 28.405 kunjungan wisatawan dengan 31 event berskala internasional, nasional, dan lokal. Sementara hingga Juli 2026, jumlah kunjungan wisatawan diperkirakan mencapai sekitar 15.938 orang dengan tujuh event yang telah berlangsung.

Menpar Widiyanti menegaskan arah kebijakan Kementerian Pariwisata terhadap Labuan Bajo adalah memastikan destinasi pariwisata prioritas tersebut terus berkembang dengan tetap menjaga kualitas dan keberlanjutannya.

Pertumbuhan pariwisata, menurut Menpar, perlu berjalan seiring dengan peningkatan investasi, pelestarian budaya dan lingkungan, serta perluasan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

“Dengan demikian, harapannya investasi meningkat, budayanya tetap hidup, alamnya terjaga, dan yang paling penting, masyarakat lokal semakin besar menikmati manfaat dari pariwisata,” kata Menpar Widiyanti.

Turut mendampingi Menpar dalam kunjungan tersebut Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata Reza Pahlevi; Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi Publik dan Media Apni Jaya Putra; Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II Marhen Dwi Yono; serta Plt. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores Andhy Marpaung.

Bagikan Atikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *