mediahaloindonesia.id – Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17 ribu pulau, Indonesia membutuhkan sistem transportasi udara yang tidak hanya andal, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan mobilitas masa depan. Dalam konteks tersebut, peran bandara khususnya bandara yang melayani general aviation menjadi semakin strategis dalam menjembatani konektivitas, pendidikan, teknologi, dan pelayanan udara non-komersial. Salah satu yang memegang peran penting adalah Bandara Budiarto, yang berada di Serdang Wetan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.
Bandara Budiarto yang memiliki kode RTO (IATA) dan WIRR (ICAO) ini bukan hanya berfungsi sebagai fasilitas penerbangan, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah panjang perjalanan aviasi Indonesia. Sejak masa kolonial hingga Indonesia merdeka, Budiarto terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman—mulai dari pusat pendidikan, laboratorium teknologi penerbangan, hingga fasilitas riset dan layanan perawatan pesawat terbang.
Melintasi Sejarah Panjang Aviasi Indonesia
Bandara Budiarto merupakan peninggalan Pemerintah Hindia Belanda dan mulai digunakan sebagai pusat pendidikan penerbangan tahun 1952, ketika Akademi Penerbangan Indonesia (API) didirikan. Saat itu, bandara bernama Lapangan Terbang Curug, sebelum berubah menjadi Bandara Budiarto pada 1967 sebagai bentuk penghormatan kepada Direktur API ke-4 yang gugur dalam tugas di Filipina.
Sejak awal, bandara ini menjadi tempat bagi calon pilot dan personel penerbangan dalam menempuh latihan intensif. Kini, fungsinya berkembang lebih luas dengan melayani pendidikan di Politeknik Penerbangan Indonesia (dahulu STPI), serta berbagai sekolah penerbangan swasta. Sejak 2002, Budiarto juga membuka layanan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) untuk berbagai jenis pesawat komersial.
Kepala Bandara Budiarto, Imron Jazuli, menjelaskan bahwa Budiarto tetap mempertahankan identitas sebagai bandara pendidikan, namun kini juga muncul sebagai kandidat kuat pusat inovasi penerbangan nasional. “Selain melayani pendidikan penerbangan, bandara ini juga digunakan sekolah penerbangan swasta dan melayani perawatan pesawat komersial. Potensinya sudah bergerak jauh lebih besar,” ujar Imron, kepada Halo Indonesia, di Bandara Budiarto, Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu.













