Budiarto: Segudang Potensi yang Belum Tergarap Penuh

Budiarto: Segudang Potensi yang Belum Tergarap Penuh

mediahaloindonesia.id – Dibangun di atas area lahan kawasan UPBU Budiarto seluas 469,09 hekter, Bandara Budiarto menempati lahan sekitar 360 hektar dengan memiliki karakter unik. Letaknya berada tepat di tengah pertumbuhan urban paling pesat di Indonesia, yaitu BSD City, Gading Serpong, Karawaci, hingga Citra Raya. “Kawasan ini merupakan episentrum ekonomi yang membutuhkan mobilitas udara non-komersial yang cepat dan efisien,” tegas Imron.

Kini fasilitas yang tersedia di Bandara Budiarto mencakup Pendidikan penerbangan untuk pilot dan personel teknis; MRO yang dioperasikan beberapa perusahaan, termasuk PT Aero Nusantara Indonesia’ serta Potensi pusat inovasi teknologi aviasi, termasuk pengembangan drone dan layanan general aviation lainnya.

Menurut Imron, keunggulan terbesar Budiarto terletak pada kapasitas lahannya yang luas—sesuatu yang menjadi barang langka di banyak bandara GA di Asia Tenggara. “Dengan zonasi yang jelas dan dekat dengan pusat ekonomi Jabodetabek, bandara ini sangat ideal untuk pengembangan ekosistem GA modern,” ucap dia.

Infrastruktur Masa Depan Indonesia

Dalam perspektif global, general aviation bukan sekadar pesawat kecil dan sekolah pilot. Ia merupakan tulang punggung mobilitas udara jarak pendek hingga menengah, logistik terpencil, layanan medis udara, hingga riset teknologi. “Indonesia dengan ribuan pulau sesungguhnya merupakan negara yang paling ideal untuk GA, namun sektor ini masih terfragmentasi dan minim pusat ekosistem yang terintegrasi.

Di sinilah peran Bandara Budiarto menjadi relevan. Dengan pengembangan zona GA—mulai dari GA Fase 1 dan 2 hingga klaster GA1, GA2 dan GA3 — Budiarto telah menyiapkan lebih dari 100.000 meter persegi lahan khusus untuk aktivitas GA. Angka ini cukup bagus pembangunan bandara GA (penerbangan tidak berjadwal) di Indonesia.

Ekosistem GA di Budiarto membuka banyak peluang, diantaranya pertumbuhan sekolah dan pelatihan pilot; hadirnya perusahaan charter flight; MRO untuk private jet; ruang pengujian untuk startup drone; serta lapangan kerja teknis dan profesional baru dalam industri aviasi.”GA di Bandara Budiarto bukan hanya soal pesawat kecil. Ini tentang membangun rantai nilai aviasi nasional.

Letak strategis, kapasitas lahan besar, dan sejarah panjang sebagai pusat pendidikan menjadikan Bandara Budiarto berada pada momentum penting. Dengan pengembangan terpadu, bandara ini berpotensi menjadi game changer bagi masa depan ekosistem penerbangan Indonesia—bukan sekadar bandara latihan, melainkan pusat inovasi, teknologi, MRO, dan general aviation terbesar di Tanah Air. Terkait dengan pengembangan dan penggunaan Bandara Budiarto, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara berkomitmen untuk terus mendorong pemanfaatan Bandara Budiarto secara terencana, terintegrasi, dan selaras dengan kebijakan keselamatan, keamanan, serta tata ruang wilayah. Dengan pengelolaan yang tepat dan kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan pelaku industri, Bandara Budiarto diharapkan mampu bertransformasi menjadi pusat general aviation, inovasi, dan teknologi penerbangan yang memberikan kontribusi nyata bagi konektivitas nasional dan daya saing Indonesia di sektor aviasi.

Bagikan Atikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *