Kementerian Ekraf dan ICCF Gaungkan Nusantaraya Senyawa Malang Raya untuk Jejaring Kota Kreatif di Indonesia

Kementerian Ekraf dan ICCF Gaungkan Nusantaraya Senyawa Malang Raya untuk Jejaring Kota Kreatif di Indonesia

Malang, mediahaloindonesia.id – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) memperkuat jejaring kota kreatif melalui konferensi internasional di Malang. Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mengungkapkan capaian investasi sektor ekraf telah mencapai 66% dari target 2025, dengan tenaga kerja kreatif yang didominasi generasi muda di bawah 40 tahun.

“Kementerian Ekraf menyampaikan apresiasi atas inisiasi ICCN menyelenggarakan ICCF 2025 untuk menghimpun kota atau kabupaten dalam semangat kolaborasi kreatif dan belajar ekonomi kreatif. Ketika kota dan komunitas saling terhubung, kreativitas juga menjadi nilai tambah dalam hal membuka peluang kerja dan daya saing,” kata Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, saat menjadi keynote speaker konferensi di Malang Creative Center, Sabtu, 8 November 2025.

Selain menggelar konferensi internasional, acara ini juga menghadirkan kolaborasi budaya dan teknologi digital lintas sektor. Lewat showcase, ideathon, dan penandatanganan kerja sama, konferensi ini menegaskan komitmen bersama untuk membangun kota kreatif yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.

Konferensi Internasional ICCF 2025 memiliki tujuan besar untuk menemukan arah rekomendasi dan kebijakan menuju Indonesia Emas 2045 yang mana kreativitas menjadi fondasi pembangunan bangsa dengan mengusung tema ‘Nusantaraya – Senyawa Malang Raya’. Semangat kolaboratif ini menjadi bukti bahwa kreativitas dianggap simbol kebangkitan ekonomi di daerah Malang Raya yang punya potensi luar biasa. Jawa Timur pun menempati lima besar dari seluruh provinsi nasional yang jumlah investasi dan ekspornya meningkat.

“Data dari BKPM menyebut capaian Kementerian Ekraf pada investasi sektor ekraf semester 1 tahun 2025 telah mencapai 66 persen dari target yang diberikan Presiden melalui Bappenas. Kemudian nilai ekspor yang ditargetkan 26,4 miliar dolar AS telah mencapai 49 persen dari target 2025. Jumlah tenaga kerja ekraf juga sudah mencapai 26,5 juta yang mana hampir 50 persen merupakan generasi muda di bawah 40 tahun,” jelas Menteri Ekraf.

Kementerian Ekraf senantiasa mendorong generasi muda untuk masuk industri kreatif karena mereka biasanya dekat dengan digital native. Namun, Kementerian Ekraf tidak bisa bekerja sendiri sehingga membutuhkan kolaborasi untuk saling mendukung, saling menjaga, dan saling menyukseskan dengan pendekatan kolaborasi hexahelix antarpemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, akademisi, bisnis, media, dan lembaga keuangan.

“Komunitas tentu memiliki peran yang paling dinamis sehingga bergerak di akar rumput untuk memunculkan ide dan kolaborasi serta inovasi yang teruji di lapangan. Komunitas juga menjadi jembatan antara kebijakan nasional dan realitas lokal. Penguatan melalui komunitas perlu diarahkan pada pembentukan jejaring lintas wilayah seperti teman-teman ICCN untuk mempercepat pemerataan ekonomi kreatif dan pertukaran ide serta teknologi,” ungkap Menteri Ekraf.

Senada dengan pernyataan tersebut, Ketua Umum ICCN, Tubagus Fiki Chikara Satari juga menyebut konferensi yang melibatkan komunitas dari berbagai daerah bisa mendorong kolaborasi dan membahas perkembangan ekonomi kreatif ke depan. Konferensi ini juga memastikan siapapun yang datang bisa mendapat inspirasi dan sharing kekuatan untuk membangun kotanya masing-masing menjadi lebih baik.

“Per Oktober 2025, ICCN punya lebih dari 254 jejaring kota atau kabupaten kreatif di seluruh Indonesia. ICCN juga bukan hanya aktif membangun daya tawar nasional, tetapi juga membangun jaringan global dengan hadir pada forum-forum global. Kemudian kami bisa menjawab tantangan pembangunan global, digital, future work, dan identifikasi peluang serta kelanjutan kolaborasi,” ucap Fiki Satari.

Kota Malang juga telah ditetapkan dalam jaringan UNESCO Creative Cities Network (UCCN) dalam kategori Media Arts untuk bidang gim, animasi, digital storytelling, komunitas makerspace, dan pengembangan sektor kreatif muda di Jawa Timur. Pada kesempatan hari ini juga diluncurkan logo resmi Malang City of Media Arts sebagai identitas baru kota dalam mengembangkan ekosistem media dan seni digital ke level global.

“Kami ingin menjadikan Kota Malang rumah bersama yang sangat besar bagi semua anak bangsa pegiat ekonomi kreatif. Pemerintah Kota Malang juga ingin menjadikan ekonomi kreatif sebagai nafas utama pertumbuhan ekonomi karena memiliki ekosistem ekonomi kreatif dengan talenta luar biasa. Mari semangat dan sukseskan konferensi ICCF 2025 bersama kembangkan ekonomi kreatif untuk Indonesia yang maju,” kata Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin.

Sebagai tindak lanjut kunjungan kerja 29 April 2025 ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Ekonomi Kreatif turut menandatangani MoU dengan KEK Singhasari terkait pengembangan ekosistem inovatif yang mendorong riset, produksi, edukasi, dan komersialisasi.

Turut mendampingi Menteri Ekraf yaitu Sekretaris Kementerian Ekraf, Dessy Ruhati; Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi; Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga, Rian Syaf; Direktur Fasilitasi Infrastruktur, Fahmy Akmal; Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi, Anggara Hayun Anujuprana; serta Kepala Biro SDMO, Nurul Huda. Tampak hadir juga Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad; Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha; Direktur Utama PT Intelegensia Grahatama selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Singhasari, David Santoso; beserta para jejaring komunitas ekonomi kreatif dari seluruh Indonesia.

Bagikan Atikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *