Bandung, mediahaloindonesia.id – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengevaluasi partisipasi warga dan capaian layanan kesehatan dalam Siskamling Siaga Bencana ke-85 di Kelurahan Kebon Gedang (27/2/2026) sebagai langkah perbaikan program pemberdayaan tingkat Rukun Warga.
Forum tersebut membuka dialog langsung antara warga dan pemerintah untuk membahas rendahnya keterlibatan masyarakat dalam sejumlah program kewilayahan.
Ketua Rukun Warga 06 menyampaikan partisipasi warga masih minim dan belum ada satu pun yang bersedia menjadi petugas Gaslah.
Perangkat daerah yang hadir mencatat persoalan tersebut sebagai bahan evaluasi berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Muhammad Farhan menyatakan pemerintah akan menelusuri penyebab rendahnya keterlibatan warga bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
“Kita ingin melakukan pendekatan bersama anggota DPRD untuk melihat ada apa. Jangan-jangan program pemerintah kurang menarik bagi masyarakat. RW 06 akan kita dalami lebih dalam,” ujar Farhan.
Pembahasan juga menyoroti program Prakarsa berbasis pendataan hingga tingkat Rukun Warga untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Petugas melakukan pembaruan data setiap tiga bulan agar perubahan kondisi sosial ekonomi warga segera terdeteksi.
“Tiga bulan lagi kita akan melakukan pendataan ulang,” ujar Farhan.
Data 2025 menunjukkan dari 1.534 warga Rukun Warga 08, sebanyak 619 orang memiliki Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan dengan tingkat keaktifan 78,45 persen.
“Alhamdulillah tidak rendah, tapi target kita 80 persen,” kata Farhan.
Ia menjelaskan peningkatan keaktifan kepesertaan berpengaruh langsung pada penguatan Universal Health Coverage sehingga seluruh warga mendapat layanan kesehatan.
Pendataan juga menemukan dua rumah belum memiliki septic tank dan akan segera ditindaklanjuti melalui program sanitasi yang tersedia.
Warga menyambut forum ini karena aspirasi mereka langsung ditanggapi dan ditindaklanjuti secara terukur.
Siskamling Siaga Bencana kini menjadi sarana evaluasi kebijakan berbasis data agar persoalan dasar kewilayahan terselesaikan bertahap dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.













