mediahaloindonesia.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara membentuk Tim SIGAP yang menjadi akronim dari Siap Tanggap Sarana Prasarana Kota sebagai upaya memperkuat respons cepat terhadap berbagai persoalan infrastruktur.
“Respons cepat pemerintah”
Sekretaris Kota Jakarta Utara, Iyan Sopian Hadi mengatakan, tim ini merupakan kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), meliputi Suku Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, Pertamanan dan Hutan Kota, Lingkungan Hidup, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Suku Dinas Sosial.
“Upaya ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah dalam menata sarana dan prasarana kota. Kami ingin memastikan lingkungan tetap aman, rapi, tertib, dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya, Rabu (29/4).
Iyan menjelaskan, Tim SIGAP akan bergerak cepat dalam menindaklanjuti berbagai permasalahan di lapangan. Penanganan tersebut meliputi penertiban kabel utilitas yang semrawut oleh Pasukan Kuning.
“Ada juga penopingan pohon yang berpotensi membahayakan oleh Pasukan Hijau. Kemudian, perbaikan saluran air yang tidak berfungsi optimal oleh Pasukan Biru,” terangnya.
Menurutnya, kolaborasi lintas instansi menjadi kunci agar penanganan dapat dilakukan secara efektif dan tepat sasaran.
“Kolaborasi lintas instansi menjadi kunci agar pekerjaan dapat dilakukan lebih efektif dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan serupa akan dilaksanakan secara berkala di berbagai wilayah Jakarta Utara untuk mengantisipasi potensi gangguan lingkungan.
“Semoga langkah ini dapat meningkatkan kenyamanan warga dan pengguna jalan,” ucapnya.
Kepala Seksi Prasarana dan Sarana Utilitas Kota serta Penerangan Jalan Umum Suku Dinas Bina Marga Jakarta Utara, Untung Pitoyo menambahkan, Tim SIGAP sudah mulai bergerak sejak kemarin sore.
Salah satu penanganan yang dilakukan yakni di kawasan Pasar Uler Mambo dengan merapikan kabel semrawut sepanjang sekitar 100 meter menggunakan satu unit mobil tangga.
“Sebelum ada aduan, kami sudah bergerak cepat untuk memastikan kondisi lebih rapi dan tertata. Namun, kami juga tetap membutuhkan partisipasi warga untuk melaporkan apabila menemukan permasalahan di lingkungan,” bebernya.
Sementara itu, salah seorang pedagang di Pasar Uler Mambo, Lubis (51) mengapresiasi kehadiran Tim SIGAP karena sebelumnya banyak kabel menjuntai dan tidak tertata rapi.
“Kawasan ini selalu ramai setiap hari. Melalui adanya penataan ini, kami merasa lebih aman dan nyaman,” tandasnya.












